Cahaya Rembulan Malam
Bagaikan rembulan yang tak pernah redup,
Cahaya gemintang gemerlap menyapa mata,
Menerangi jalan dalam keheningan malam,
Meneteskan cahaya di sela dunia.
Di bawah langit sunyi,
Kerinduan tak terbendung,
Menanti langkahmu,
Menanti jiwamu,
Di bawah cahaya temaram.
Malam demi malam,
Musim demi musim,
Rasa rindu tersimpan jauh di relung jiwa,
Berkelana hingga ke ujung dunia.
Gemintang berbisik pada ombak yang tenang,
Menyulam cahaya di antara desir angin malam,
Namamu berpendar di setiap hembusan napas,
Mengalir lirih bersama bayang-bayang waktu.
Air laut menjadi saksi bisu
Ketika engkau menaruh gores di jiwaku,
Seperti rembulan palsu,
Bercahaya tapi tak menghangatkan,
Namun, goresnya abadi dalam kenangan.
– Pelangi Arsyifa [ 7E ]

