IMG-20260307-WA0022
” Kasihku Menembus Waktu”

IMG-20260307-WA0022

“Kasih Ku Menembus Waktu”

PART 26

 

-.___….,

Setelah seluruh peserta mengumpul hasil kerja mereka….,
“Hasil tes akan di pajang di mading sekolah. Yang namanya ada di leringkat 1- 10 akan masuk kelas atas, 11- 20 kelas menengah, 20- seterusnya kelas bawah”- pengawas

1Minggu kemudian…..
Hasil ulangan di pajang di mading , Kael hari itu berangkat lebih pagi dari biasanya, berharap masih sepi, justru baru jam 06.40 sekolah sudha di penuhi peserta.
“Duh sepemikiran semua kah ini?”- Ujar Kael sembari berlari ke arah Mading. Ia mencari namanya dari barisan kelas bawah,
“Semoga ndak ada di sini”- Kael, kael mancari dari ujung ke ujung, ia menelusuri satu persatu, sampai lah dia di kelas menengah..
“Oh Dita dan °Vian, di kelas menengah Å, nama ku di mana ya?- Kael terus mencari, karena kalau namanya tak ada di seluruh mading artinya ia tak ada di kelas manapun.
“Oh mungkin”- Kael mencari namanya di mading kelas Atas..
Kael menelusuri dari bawah… di urutan ke 10- 3 namanya pun tak kunjung keluar hingga…
“Wah Flay peringkat ke 2, siapa yang berani mengalahkan wanitaku?”- Kael.
Saat Kael mendongak ke atas…
“Wah!!!! Aku peringkat pertama!!!!!”- Kael melompat kegirangan.
Orang orang di sekitarnya bingung dengan kelakuan Kael…
“Dia lucu”-Aryne
“Aneh!”- Flay
“Dia akan jadi sekelas mu kan?”- Aryne
“Yah, begitulah”- Flay dengan nada pasrah
“Kenapa kamu terlihat murung?”- Aryne
“Dia mengalahkan ku di tes awal, itu akan menjadi ancaman ku di waktu lain”- Flay
“Hah persaningan anak muda”- Aryne
“Emang sekarang umur berapa nek?”- Flay mengejek.
“Is ndak seru memang anak ini”- Aryne
“Dah ah aku mau masuk ke kelas ku”- Aryne
“Hm… ya terserah”- Flay…

Waktunya memasuki ruang kelas….
Kael mencari cari kelas nya. Namun yang di temukan hanya kelas kosong tak bersiswa, Kael heran, ia pun masuk ke dalam kelas, namun saat dia menginjak 1 bagian lantai dia terbawa naik ke lantai atas.
“Ui katrok bener aku”- Kael
“Napa juga ndak ada yang bilang pakai lift, ini gara gara penjaga ini ah”- Kael.
Di tempat lain~~~
“Ha… cuh”- penjaga bersin
“Apa cuacanya terlalu dingin ya”- Penjaga
•••••
Kael berjalan menuju kelas saat di koridor kelas,
“Tak tak tak”- suara sepatu membuat keributan yang beraturan. Rupanya itu Flay yang baru datang.
“Eh Flay!!”- Kael ramah
“Kita sekelas kan”- Kael
“Ya sekelas”- Flay
“Flay aku peringkat pertama kau tau kan?”- Kael
“Diam”- Flay
” Baik,… Flay apa kau ingin ke kantin dengan ku nanti”- Kael
“Untuk apa, aku pergi dengan mu”- Flay
“Untuk beli makanan lah, masak mau beli mobil”- Kael
“Andai tak ada cctv sudah di luar jendela anak ini”- Flay bergumam dalam hati.
“Terserah”- Flay masuk ke kelas.
Flay mengambil meja paling depan,
“Duh meja depan penuh”- Kael
“Yasudah belakang aja lah”- Kael
…..
Pelajaran pun di mulai, hari hari terus berganti, bulan demi bulan di lewati, Tahun silih berganti. Kael sudah semester 7, dalam 7 tahun terakhir ia selalu mendapat peringkat pertama, tubuhnya sudah bagus, tak lagi seperti dulu yang letoy seperti tahu, ia mendapat teman teman baru dan tidak terlalu katrok seperti saat pertama masuk. Namun dari semua kebahagiaan Kael, ia masih sedih, belum berhasil dia mendapatkan hati Flay. Disisi lain Flat terus di tekan orang tuanya,
“Dasar tak berguna”-???
“Prang”- lemparan panci mengenai kepala Flay,
“Apa sebenarnya yang kau lakukan di kampus?!”- ibu Flay
“Apa kau hanya menempel pada si Kael itu”- ibu Flay
“Aku bahkan tidak berteman dengan nya!!”- Flay
“Jika tak berteman singkirkan saja!!”-Ibu Flay
“Singkirkan?”- Flay
“Ya.. menurut mu bagaimana cara menyingkirkan orang Flay….”- ucap ibu Flay dengan senyum yang mengerikan.
” semester ini meneliti wabah ya?”- Ibu Flay
” Jika otak mu cukup cerdas, setidaknya kau tau apa yang ibu sarankan”- Ibu Flay
“Baik”- jawab Flay ragu.
” hufh.. sudah kemari ayo makan”- ibu Flay
“Baik bu”- Flay

PART 27

-…-_…

Esok nya•••
“Jadi anak anak hari ini kita akan meneliti wabah yang cukup mengerikan, jadi sebelum itu kalian harus menggunakan alat pengaman keselamatan. Jika ada yang terkena melapor untuk di beri penanganan. Siswa yang berhasil membunuh wabah itu akan mendapat nilai sempurna”- jelas dosen Erin
Mereka pun mengambil alat pengaman sesuai nama mereka, setelah menggunakan alat pengaman, setiap orang harus meninggalkan hal hal berbau besi.
“Dinginnya uiii”- Kael menggigil..
“Mana ada dingin kamu kalik mandinya lambat”- Ledek Tyler
“Kurang ajar”- Kael
“Sesuai rencana”- Flay bergumam
“Eh Flay kamu ada rasa dingin kah?”- Kael
“Tidak.”- Flay
“Apa benar aku mandi kelambatan”- Kael terbingung.
“Baik mari kita mulai”- D. Erin
Praktikum pun di mulai, wabah di tuang ke gelas ukur,
“Harap berhati hati ya”- D. Erin
Flay mengeluarkan suntikan dari kantungnya, dia mengambil sedikit cairan wabah yang ada.
Saat Dosen berkeliling, ia menyadari ada yang berbeda di baju Kael..
“Eh.. Kael kenapa baju mu koyak”- D. Erin
“Apa?.. “- Kael
“Ini satu bolongan kecil di sini, walaupun kecil wabah ini mematikan”- Dosen
“Taukah kalian wabah apa ini?…. ini wabah Zombie”- D. Erin
“Zombie?”- seluruh ruangan berbisik
“Kael berikan penawar mu”- D. Erin
Kael pun memberi penawar yang ia racik ke Dosen. Saat di teteskan ke tubuh Kael, penawar itu berkerja sangat baik.
“Wah Kael kau menyelamatkan diri sendiri sekaligus mendapat nilai sempurna”- D. Erin memuji Kael.
“Prok prok prok”- tepuk tangan untuk Kael
Tentu ada yang tak sedap hati dengan itu..
“Akan ku buat dia menyesal”- Flay bergumam.

Jam istirahat di mulai••
“Siapa yang mau nemanin aku ke perpus nanti ya?”- kael
“Ya sudah lah sendiri aja”- Kael
“Atau….”- Kael
“Flay boleh aku bertanya”- Kael
“Apa?”- Flay dengan ramah
Kael terkejut akhirnya Flay bisa ramah dengannya…
“Apakah kau ingin menemaniku ke perpus nanti?”- Kael
“Tentu saja aku mau”- Flay
Kael tersenyum kegirangan,
“Baik aku menunggumu di lorong ya!”- ucap Kael dengan semangat.
Waktu istirahat pun tiba Kael dan Flay pergi menuju perpus, saat di jalan Flay menggandeng tangan Kael dengan hangat.
Kael yang saltingnya jelek malah jatuh..
“Eh kamu kenapa?”- tanya Flay dengan khawatir.
“Enggak ini jalannya licin”- Kael malu
“Tapi kan jalannya kering Kael”- Flay
“Adalah pokoknya”- Kael
“Aneh?”- Flay
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju perpus… saat mereka sampai Kael mengambil materi tentang wabah, saat Flay mencari buku, ada buku yang nyempil di antara buku lain. Buku ini terlihat lusuh, namun masih dapat di baca…
“Eh waw sejarah jawa”- Flay
“Menceritakan apa itu Flay?”- Kael
” judulnya kisah cinta menuju pengorbanan”- Flay
“Sinopsis nya, pangeran Arjun melompat dari tebing”- Flay
Kael menyadari bahwa itu adalah kisah pahit manis nya saat bersama Ayu dulu.
“Kau tau cerita ini?, bisa kau ceritakan pada ku sedikit?”- Flay
“Tentu saja”- Kael
“Ini cerita tentang pengorbanan dan kasih sayang, di ceritakan Pengeran Arjun dan Putri Ayu berasal dari dua kerajaan berbeda, Arjun berasal dari Kerajaan Kudingga Ragas Wari dan Ayu berasal dari Kerajaan Krismati. Mereka hidup bahagia bersama selama 13 tahun pernikahan. Mendapat 2 orang anak. Ayu terkena aura sihir dari dendam, membuat nya membunuh Putri Sekarsini yang berniat jahat. Suatu hari orang dari kerajaan Keton Wangi (kerajaan nya Sekarsini), menculik Arjun. Arjun di tangkap dan di interogasi. Ayu ternyata ikut dia diam diam selama ini. Arjun ditanyai tentang kematian putri Sekarsini. Ayu hendak mengaku untuk menyelamatkan Arjun, namun Arjun justru mengaku bahwa dia yang membunuhnya, Akhirnya Arjun di beri 150 cambuk. Hingga Putri Ayu dendam, ia mengambil keadilan dari Dayang Wulan yang berkhianat, justru Ayu malah ingin di jatuh kan ke tebing curam. Tiba tiba Arjun yang tak sadarkan diri, bangun dan menyelamatkan putri Ayu. Walaupun dia sudah di cambuk dan di tikam, Arjun tetap mencoba menarik Ayu naik. Setelah Dayang Wulan balas di tikam Arjun, Arjun menarik Ayu dan menukarkan diri dengan dirinya…” – Kael bercerita panjang lebar.
“Secantik apa sih Ayu sampai Arjun rela”- Flay

PART 28

^….-..^

Flay penasaran bagaimana tampang Ayu hingga Arjun sampai mengorbankan diri..
“Secantik dirimu saat kau lembut dan baik hati”- gumam Kael.
“Eh sudah Ayo pulang”- Flay ramah
“Ayo!”- Kael penuh semangat.
Di perjalanan pulang, Kael dan Arjun berjalan bersebelahan.
“Flay”- Kael
“Ada apa?”- Flay
” apakah kau tau tempat yang cocok untuk menenangkan diri”- Kael
” ada di balkon atas Kampus, Aku sering ke sana untuk menenangkan diri”- Flay
“Atau di atas kondominium juga bisa”- Flay
“Pokoknya yang jarang ada suara”- Flay
“Oh benarkah”- Kael
“Aku tak tau tempat begitu bisa di jadikan tempat bersantai”- Kael
“Tentu saja bisa”- Flay
“Awas!!”- suara teriakan dari atas,
Pot jadi mengarah ke kepala Flay, Kael sigap menarik Flay.
“Prang”- pot jatuh di sebelah mereka
“Kau tak apa”- Kael
Flay jatuh ke dalam pelukan Kael
“Ekhm ya tak apa”- ucap Flay malu
“Terimakasih Kael”- Flay
“Tak apa itu lah tugas cowok”- Kael
Ternyata Flay sudah meninggalkan nya,
“Sampai jumpa Kael ini kondominium ku”- ucap Flay sembari melambaikan tangan
“Ah dia sudah pergi”- Kael
“Sebenarnya sampai kapan aku harus menunggu hati Flay luluh”- Kael
Kael pulang ke rumahnya, ia melepas seragamnya,
“Hufh capek”- Kael
Kael menyiapkan buku matkul besok, juga membaca sedikit materi. Kael pun bersiap tidur..
Hari hari di lewati Kael semakin akrab dengan Flay hingga semakin mendekati ujian.
“Flay jika kau gagal ibu yang ambil alih”- Ibu Flay
“Baik bu”- ucap Flay dengan murung….
Saat Flay keluar dari area kondominium nya rupanya Kael sudah menunggu sedari tadi.
“Flay!”- ucap Kael melambaikan tangan.
Flay tidak menjawab, dia tidak merespon..
“FLAY!!”- Kael berteriak
“Ha apa”- Flay kaget
“Pagi pagi udah bengong kamu ini”- Kael
“Hm”- Flay datar
“Ada apa dengan mu?”- Kael
“Tak apa”- ucap Flay seperti tak peduli
“Lebih baik aku membuat nya tak peduli padaku, dari pada dia sakit hati nantinya”- Flay bergumam dalam hati
“Ada apa dengan mu”- Kael
“Tak apa”- Flay
“Apa dia marah padaku”- Gumam Kael dalam hati
Mereka pun berjalan ke kampus dengan sunyi, tak ada suara, menengok pun tidak. Saat di jalan ada sebuah batu terlempar ke arah Kael entah datang dari mana,
“Aw!”- Kael terkejut
Flay khawatir namun ia tak merespon apapun..
“Sudah jangan cengeng cepat”- Flay tak peduli sama sekali..
Mereka pun melanjutkan perjalanan, sesampainya di kampus mereka tak berbicara sepatah kata pun bahkan saat Kael melambaikan tangan Flay tidak merespon. Kael hanya diam tak berkutik, bahkan kejadian ini terjadi hingga pulang kampus.
“Flay!”- Kael melambaikan tangan dengan tersenyum ramah pada Flay, namun lagi lagi Flay tak merespon dan hanya dingin. Kejadian ini terjadi berulang ulang Kali… Kael tak tau apa yang dia lakukan. Hingga…..
“Hari ini kita akan mendeteksi Racun yang sangat berbahaya yang mengancam, ini juga termasuk dalam ujian praktek kalian ya”- D. Erin
“Jika kalian ingat saat itu, juga kita meneliti wabah zombie, nah jika Racun ini di campur dengan Wabah Zombie, akan membuat 1 Zat yang paling mematikan di dunia. Akan membuat yang terdampak mati hanya dalam 7 menit”- D. Erin
“Semuanya pakai dulu baju pengaman dan gunakan disinfektan”- D. Erin
“Baik buk”- para mahasiswa.
Mereka pun memulai praktek, meneliti di bawah mikroskop, di saat mereka tengah meneliti, tiba tiba kepala sekolah memberi pengumuman, membuat seluruh orang terkejut, Flay nyaris menumpahkan itu pada kakinya, namun di tepis oleh Kael.
“Hati hati ya anak anak “- D. Erin
“Kael pergi mandi dan segera ke ruang rawat”- D. Erin
Praktikum pun di hentikan..
Esok hari kemudian°•°
Di depan kampus datang mobil merah mewah, ia berhenti pas di depan pintu masuk kampus. Terhampar karpet merah dari mobilnya, seseorang keluar dari sana. Security pun menghampirinya,
” maaf tuan ada perlu apa?”- Security
“Aku mencari profesor Nik”- ???
“Oh Tyan!”- Profesir Nik melambaikan tangan pada Tyan.
“Ada apa itu”- Kael dari ruang kelas
“Flay lihat”- Kael hendak menunjukan pada Flay.
“Diam!”- Flay
“Baik”- Kael
Hubungan Flay dan Kael semakin renggang.

PART 29

-.-

Hubungan di antara Kael dan Flay, sangat Renggang, Sekarang mereka jadi jarang bertegur sapa. Cinta Kael seperti hanya bertepuk sebelah tangan, setiap Kali Kael berbuat baik, ramah, ataupun membantu Flay ia hanya dingin dan datar. Sampai pada suatu hari,
“Hey kau tau hari apa ini”- Vian
“Apa?”- Kael
“Ini hari ulang tahun Flay”- Vian
“Eh iya ini hari ulang tahun Flay”- Dita
“Kok kamu bisa tau”- Kael menatap Vian tidak senang(cemburu)
“Eh santai, ini lo dia up di instagram”- ucap Vian sembari menunjukan postingan itu pada Kael
“Ko di hp ku ndak ada ya?”- Kael
“Mungkin dia privat kamu Kay”- Dita
“Kenapa dia privat aku ya?”- Kael
“Mungkin kamu bikin dia marah”- Vian
“Memangnya aku ngapain?”- Kael
“Ah ini namanya cowok gak peka”- Dita
“Kayak aku dong gak pernah bikin Dita marah”- ucap Vian bangga
“Lah emang kalian..?”- Kael bingung
“Apa kita pacaran?, emang dari awal semester lagi, kau di negara mana sih”- Dita
“Aduh ketinggalan banget ini”- Kael
“Terus gimana caraku menyenangkan hati Flay”-Kael
“Kasih dia hadiah dan kue”- Vian
“Iya pasti dia senang”- Dita
“Kado boleh sih, tapi kalau kue uang bulanan ku gak cukup”- Kael
“Yasudah kamu bikin sendiri aja”- Vian
“Eh iya ya..”- Kael
“Sudah ku bil..”- Vian belum selesai menyelesaikan perkataannya Kael sudha berlari pergi..
“Sampai jumpa”- Kael.
….
Kael menghabiskan seluruh siang dan sorenya dengan membeli kado dan menyiapkan Kue..
“Duh gosong lagi”- Kael
“Ini yang ke tiga lo”- Kael
Kael sudah membuat kue namun gagal terus, ia pun mencoba lagi dengan hati hati
“Yes jadi”- Kael berhasil membuat kue ulang tahun untuk Flay
Di atasnya diberi tulisan,
“Selamat ulang tahun Flay”- tulisan di atas Kue
Kael juga memberi surat di samping kuenya. Setelah selesai Kael pergi ke kondominium Kael tanpa memberitahu Flay. Saat Kael sudah di depan kondominium Flay, ia memencet Bel namun tak ada balasan.
“Permisi Flay”- Kael
“Flay apa kau di rumah”- Kael
“Ini aku Kael”- Kael
Setelah kael menyebut namanya sosok wanita muncul dari balik pintu,
“Ada apa Kael”- Ibu Flay muncul dari balik pintu dengan senyum yang menyeramkan.
“Ah tante aku mencari Fl…”- belum selesai Kael berbicara, Sebuah teflon mendarat di kepalanya.
“Jangan mendekati Anakku dasar pengganggu!”- ucap ibu Flay setelah memukul kepala Kael dengan Teflon. Ibu Flay pun menutup pintu, ternyata sedari tadi Flay menyaksikan dari bawah, air matanya jatuh, melihat Kael yang tak bersalah namun harus menerima masalah. Kael berjalan sempoyongan turun ke bawah,
“Aduh sakit”- Kael menahan rasa sakit di kepalanya
“Tapi ini harus tetap di berikan pada Flay”- Kael
Saat Flay melihat Kael keluar dari area kondominium, ia hanya berdiri diam di satu tempat.
“Flay ini untuk mu”- Kael
“APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!!”- Flay berteriak dengan nada marah ke Kael.
Kael terdiam,
“Bisakah kau tak perlu mengganggu kehidupan ku!”- Flay
Saat Flay melihat ke arah Kael, Flay terkejut melihat Kael mulai meneteskan air mata, dan darah bercucuran dari kepalanya.
“Kael kepalamu!”- Flay agak khawatir
“Aku tak apa”- ucap Kael sembari mengusap air mata dan darah nya.
“Selamat ulang tahun Flay”- ucap Kael sembari memberi kado dan kue yang di buatnya pada Flay.
Flay menerima itu namun setelahnya,
“Sudah ku bilang menjauh!!”- Ibu Flay melempar sebuah pisau ke arah Kael.
Flay hendak menepis namun, Kael justru menghadang Flay hingga pisau tertancap di punggungnya.
“Akh”- erangan kesakitan Kael
“Kael!!”- Flay dengan nada khawatir.
“Tak apa cepat pulang kau di cari ibumu”-ucap Kael menenangkan Flay
Kael berjalan pergi menjauh pergi dari Flay dengan sempoyongan.
Flay pulang ke kondominium nya dengan perasaan sedih.
“Kau sudah pulang “- ibu Flay
“Ya”- Flay dingin.
Flay pun masuk ke kamarnya di kamarnya Flay membuka kado dari Kael. Di dalamnya berisi buku, alat tulis, dan jas hujan.
“Untuk apa sebenarnya ini”- Flay meneteskan air mata
Saat Flay membuka kue nya, kue itu hiasaannya memang tak rapi, juga tak cantik. Tapi itu adalah kue ulang tahun pertama Flay dalam hidupnya, sangat lah berarti bagi hidup Flay,
“Kael..”- Flay menangis sangat kencang.
Flay menangis semalaman.

PART 30

-..-.._-

Hari yang seharusnya bahagia justru menjadi hari tersedih dalam hidup Flay, Kael terluka cukup parah. Semalam Kael rupanya pingsan saat menuju perjalanan ke rumah. Namun Kael di temukan oleh seseorang yang lewat,
“Bisa pingsan rupanya dia”- ???
“Akh, siapa itu”- Kael
“Jangan banyak bergerak kau masih sangat lemah”-??
“Siapa kau?”- Kael
“Jika kau melihat ku dengan profesor tadi pagi pasti kau tau”-?
“Tuan Tyan?”- Kael
“Ya kau pintar”- Tyan
“Hei!”- Tyan
Kael rupanya sudah pingsan lagi,
“Hufh, cinta anak muda”- Tyan menghela nafas.
Tyan pun membawa Kael kerumah sakit terdekat.
Esoknya..
“Kael Thorne”- D. Erin
“Dia sakit buk”- Pharn
“Sakit?”- D. Erin
“Jarang sekali dia sakit”- D. Erin
“Iya aku juga terkejut saat dia memberitahu ku buk”- Pharn
“Kael sakit???”- Flay bergumam dalam hati
“Apa karena kejadian kemarin”- Gumam Flay
“Tidakdia bukan siapa siapa, lebih baik dia menjauh dari ku”- gumam Flay
Kelas pun berlangsung tanpa Kael…
Kael tak masuk selama 1 minggu, rupanya lukanya masih cukup parah. Hingga..
“Flay Flay cepat lari”- Teriakan Kael
“Ada apa”- Flay
“Ayo pergi menjauh”- Kael
Flay melihat suntikan berisi racun dan wabah zombie yang tercampur di tangannya. Tiba tiba entah kenapa Flay menyuntikan itu pada Kael
“KAEL!!!”- Flay histeris
“Flay…”- Kael terjatuh..
Flay menangis dengan sangat kencang, namun ternyata ini hanya,..
“Woah”- Flay bangun dari mimpi buruknya
“Mimpi apa itu kenapa terasa sangat nyata”- Flay menatap tangannya. Melihat jam yang sudah pagi Flay pergi bersiap. Saat perjalanan menuju kampus Flay melihat seseorang yang tak asing di matanya,
“K-Kael”- ucap Flay pelan
Rupanya Flay melihat Kael yang berangkat ke kampus juga, kepalanya masih terbalut sedikit kain. Flay menahan diri untuk tak menangis,
“Andai dia tak datang”- Flay
Flay pun melanjutkan perjalanan nya. Sesampainya di kampus Kael melihat Flay yang sedang membawa buku dari Dosen,
“Flay!!, sini ku bantu”- Kael
“TAK PERLU!”- Flay
“B-baiklah”- Kael
Kael berjalan di belakang Flay, langkah nya masih sempoyongan, sesampainya di kelas Flay tak menengok ke Kael sama sekali,
“Apa aku membuatnya terkena masalah saat itu”- Kael merasa bersalah
Dosen memasuki ruangan,
“Oh Kael kau sudah masuk, oh ada apa dengan kepala mu”- D. Erin
“Ini…”- Kael menengok ke Flay
“Kejatuhan pot plastik isi bunga di jalan pulang”- Kael
“Semoga otak mu baik baik saja”- D. Erin
“Tentu saja”- Kael
Sementara itu Flay,
“Kenapa dia berbohong?”- gumam Flay
“Dia tinggal berkata itu karena ibu Ku”- gumam Flay dalam hati.

“Sudah kita lanjut pelajaran”- D. Erin
Saat sedang belajar tiba tiba alarm kebakaran berbunyi, disertai asap berkebulan dari lantai bawah.
“Kebakaran!! Seluruh mahasiswa tinggal kan gedung”- Kepala sekolah..
Seluruh mahasiswa meninggalkan gedung itu kecuali lah, Kael dan Flay. Mereka terjebak di perpustakaan, dikarenakan terdorong mahasiswa lain yang juga berlarian. Saat Dosen mengabsen mahasiswa yang sudah keluar,
“Buk Kael dan Flay terjebak di dalam”- Pharn
“Bagaimana bisa!?”- D. Erin
“Tadi saat evakuasi mereka terdorong”- Pharn
D. Erin pun memberitahu ke pada Pemadam
“Pak ada 2 orang lagi yang terjebak di dalam”- D. Erin
“Baik akan kami keluarkan, tapi tolong 1 mahasiswa lagi”- Pemadam
“Aku saja!”- ucap Pharn dengan berani
“Kamu yakin anak muda”- Pemadam
“Ya beranilah mereka teman ku, dan aku anak muda bukan anak tua seperti mu kakek”- Pharn
“Ap-a”- Pemadam syok di bilang tua.
“Sudah mari”- Pemadam yang lebih muda.
Mereka pun masuk ke ruangan mencardi keberadaan Kael dan Flay.
Sementara itu°°°
Flay mulai batuk batuk karena kebulan asap, Kael sigap memberi bajunya yang di basahi air yang tersisa di meja perpus.
“Flay gunakan ini”- ucap Kael sembari memberi bajunya yang sudah basah.
“Tidak”- Flay menolak
“Gunakan saja tak apa”- Kael menyodorkan bajunya
“Lalu kau pakai apa?”- Flay khawatir
” aku masih aman dengan yang begini”- Kael
“Tapi kita harus mencari jalan keluar”- Kael
“Kita bisa melompat lewat jendela itu”- Flay menunjuk jendela di seberang mereka.
“Ya ayo kesana”- Kael
“Aku akan menggendong mu”- Kael..
°•°•°

Hidup tanpa pahlawan

••enjoy••

Kalok ada typo minta maaf ya!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait