“KasihKu Menembus Waktu”
Part 31
_..-…_
Kael hendak menggendong Flay,
“Tidak luka mu masih belum sembuh, harusnya aku yang menopang mu”- Flay
“Kalau gitu bagaimana jika hanya berpegangan tangan”- Kael menawarkan
“Baik!”- Flay
“Krek”- suara kayu patah datang dari entah mana arahnya.
Tiba tiba kayu jatuh ke arah mereka,
“Tidak Flay!!”- Kael mendorong Flay
” ap…”- Flay
Kael mendorong Flay membuatnya, tertimpa buku sejarah jawa yang dulu dia baca bersama Kael,
“Aduh”- Flay
Tiba tiba pikirannya terpindah saat Ayu berteriak memanggil Arjun melompat dari tebing.
“Woah apa itu”- Flay kaget,
Saat Flay menengok ke arah Kael, ia tertimpa reruntuhan Kayu,
“Kael!!”- Flay terkejut melihat Kael tertimpa
“F-Flay pergi”- Kael
“Tidak akan, jika kau berakhir maka aku juga harus”- Flay
Flay memindahkan Kayu itu dengan susah payah,
“Kael ayo bangun”- Flay menopang Kael
” Flay?”- Kael
“Ada apa?”- Flay
“Maaf aku merepotkan mu saat hari bahagiamu”- Kael
“Kau orang terbaik di hidupku”- Flay
Disisi lain••••
Pemadam dan Pharn memasuki ruang demi ruang,
“Hey ruang ini belum”- Pharn
“Ini Ruang apa ya?”- Pharn
“Ayo coba masuk”- pemadam M.
“Ayo”- Pharan dan pemadam T.
“Eh ada tulang!!”- Pharn
“Apa!!”- ke dua Pemadam.
Mereka mendekat,
“Tidak Kael kau sahabat ku, dimana aku harus pinjam uang lagi selain dirimu”- Pharn menangis memeluk tulang yang ada.
Pemadam menyadari sesuatu yang janggal,
“Hey konyol, itu hanya tulang plastik”- Pemadam T.
“Ah iya lagi, diam kau Tua ah “- Pharn malu
“IH anak zaman sekarang begini kelakuannya”- Pemadam T.
“Ya kakek”- Pharn.
“Kau!!!”- Pemadam T. Menahan amarah
“Sudah sudah, Ayo lanjut”- Pemadam M.
Mereka pun melanjutkan perjalanan,
Disisi lain••
“Flay selama aku masih kuat berdiri, tetap kamu lah yang ku lindungi”- ucap Kael tiba tiba
“Apa maksud mu kita harus cepat keluar”- Flay
Saat Flay sedang sibuk membuka jandela
“Berhasil”- Flay berhasil membuka jendela
“Eh”- Flay
Tiba tiba Kael mengangkat Flay,
“Turunkan Aku keadaan mu masih buruk”- Flay
“Sudah ku bilang selama aku kuat berdiri, tetap kamu lah yang ku lindungi”- Kael sembari melambai ke arah kumpulan pemadam yang ada di luar.
“Hei siapkan dataran untuk mendarat”- Kael
“Baik lah!”- Pemadam
Pemadam pun menyiapkan bantalan untuk Kael dan Flay mendarat
“Pegangan”- Kael
Flay pun memeluk Kael dengan Erat
Mereka melompat ke bantalan itu,
“Terus gunanya kita di sini apa!!!????”- Pharn yang ternyata sudah datang, malah bengong melihat mereka bermesraan.
“Akhh!!”- Flay berteriak takut
” tak apa jangan khawatir”- Kael,
Kael santai karena sudah pernah mencoba yang lebih ngeri (jurang),
Mereka pun mendarat dengan selamat. Ternyata orang tua mahasiswa sudah menjemput mereka, ibu Flay pun di sana menyaksikan semuanya.
Flay turun dari gendongan Kael
“Kau tak apa?”- Kael
“Seharusnya kamu yang ku tanya”- Flay
“Dan sepertinya aku bisa membuang ini..”- Flay mengeluarkan racun berisi Wabah Zombie dan racun mematikan.
“Maaf kan aku Kael”- Flay
“Tak apa, yang penting tidak kau lakukan”- Kael
Tepat saat itu juga ibu Flay berlari ke arah Flay, ia mengambil suntikan yang di pegang oleh Flay,
“Sudah ku bilang jangan dekati dia!!!”- Ibu Flay mengarahkan suntikan itu di leher Flay
“Jangan!!!”- Flay berteriak,
Namun tak ada tusukan yang dia terima, justru mendapat pelukan dari Kael
“Flay aku mencintai mu sepanjang waktu mu, jangan lupa surat ulang tahun mu”- Kael, Kael memeluk Flay, membuat suntikan itu mendarat di leher belakang Kael. Ibu Flay terkejut,
“A-apa ini?”- ibu Flay
“Harusnya kau tak menyelamatkannya”- Ibu Flay. Ibu Flay di tangkap oleh polisi yang ada disana. D. Erin dan mahasiswa lain mendekat ke Kael dan Flay,
“Kael bertahanlah ambulans akan datang”- D. Erin
“Kael jangan tinggalkan aku!!!”- Flay menangis memeluk Kael
“Kael jangan pergi kita tinggal 5 bulan di sini”- Pharan.
“Kael bertahanlah”- Dita dan Vian mendatangi Kael dan Flay.
“Bisakah aku mengatakan hal privat dengan Flay?”- Kael
Kerumunan pun pergi menjauh menghormati permintaan Kael.
“Kael….. jangan tinggal kan aku sendiri..!! Siapa lagi yang akan lembut dan perhatian seperti mu!!???”- Flay menangis dengan sangat kencang.
Part 32
-..-…-…-
Flay menangis memeluk Kael yang sudah tak berdaya, dan masih menunggu ambulans,
“Kael!!! Maaf kan aku membuat mu menerima semua ini, maaf kan aku membuat hatimu terluka saat itu, Kael tahukah kau?, kamu yang pertama memberiku kue ulang tahun”- ucap Flay dengan terisak
“Benarkah?”- ucap Kael dengan suara lemah
“Maaf kan aku juga Flay membuat mu menerima masalah”- ucap Kael,
“Niu niu niu”- Suara Ambulans mendekati mereka. Kael sesegera mungkin di bawa ke rumah sakit, Flay berada di mobil yang sama dengan Kael.
“Kael jika kau bertahan aku akan menjadi pasangan mu ku mohon”- Flay mencoba menyadarkan Kael yang sudah tak sadarkan diri, sedari tadi Kael hanya tersenyum pada Flay walau pun matanya tertutup.
Mereka sampai di rumah sakit, Kael di operasi oleh dokter dokter ahli. Operasi yang sangat panjang, hingga memerlukan waktu 20 jam, Kael berhasil di selamatkan namun masih belum sadar. Flay menunggu di samping Kael ia tak tidur semalaman, hingga…
“Ugh..”- Kael rupanya sudah sadarkan diri
“Eh siapa ini?”- Kael
“Kael kau sudah sadar!”- Flay
“Siapa kau? dan siapa Aku”- Kael
“Apa!!”- Flay terkejut, nampaknya Kael emang berhasil selamat namun lupa ingatan.
“Dokter!!”- Flay berlari ke arah Dokter..
“Aduh dia malah lupa ingatan”- Chitra memerhatikan dari luar
“Gimana nih cara setting jadi normal lagi”- Chitra
“Wah kupu kupu merah tua itu cantik”- Kael melihat ke luar jendela.
“Gundul mu tua”- Chitra
“Oh… aku tau!!..HEHEHEHE HAHAHAHA”- Chitra
Chitra menghilang••
“Ini dokter apa yang terjadi dengan Kael, dia tak tau siapa namanya dan aku siapa”- Flay
“Ah aku mengerti, dia sedang mengalami amnesia”- Dokter
“Apakah ini bisa pulih dokter”- Flay
“Hm bisa namun peluang yang ada cukup sulit, ini di sebab kan karena benturan besar atau pun kejala dari Racun yang di dapatnya, membuat sel sel ingatan diotaknya sedikit terbuang, perlu proses dan bantuan orang terdekat untuk memulihkannya”- jelas Dokter panjang lebar..
“Baik terimakasih dokter”- Flay
Dokter pun pergi ke luar,
“Em nona siapa nama mu”- Kael
“Eh?”- Flay
“Aku Flay, dan namamu Kael “- Flay
“Aku Kael?”- ucap Kael sembari menunjuk dirinya
“Ya!!”- Flay semangat
“Aku akan membantu mu mengingat semuanya!”- Flay
“Terimakasih”- Kael
“Ini makan dulu pasti kau lapar”- Flay
“Boleh kah?”- Kael
“Tentu kau adalah…..”- Flay ragu
“Aku siapa mu?”- Kael penasaran
“Kamu…”- Flay ragu
“Siapa dong, em… nona Flay?”- Kael makin penasaran
“Kamu… BF ku!”- ucap Flay
“Hah?”- Kael
“Apa itu BF?”- Kael
“Untung dia gak bisa inggris”- gumam Flay
“Yang pasti hubungan kita sangat dekat, em… seperti sahabat namun lebih dekat lagi”- Flay
“Sudah sudah sini makan dulu”- ucap Flay sembari mnyodorkan semangkuk bubur kacang
“Bisa kamu menyuapi ku”- Kael
“Yang kamu lupa ingatan kenangan Kael!!, bukan cara makan!”- Flay
“Ayo lah kamu kan sahabat ku bahkan lebih dekat”- Kael merengek
“Ah yasudah sini ku suapin!”- Flay mengambil mangkuk dari tangan Kael
“Aa”- Flay mengarahkan sendok bubur ke mulut Kael.
“Hmm.. terimakasih Flay!!”- Kael
“Jika aku BF mu kamu apa ku?”- Kael
“Ck apa ya?”- Flay bingung
“Pacar?”- ucap Kael dengan polos
“HAH?!!!”- Flay terkejut
“Eh iya deh boleh,hehe”- Flay meringis
“Jadi aku pacar mu?”- Kael
“Aku anggap begitu”- Flay
“Sudah buka mulut mu lagi”- Flay kembali menyuapi Kael
Setelah menyuapi Kael, Flay meminta izin pada Dokter untuk membawa Kael pulang.
Dan Dokter membolahkannya.
“Eh Flay?”- Kael
“Apa?”- Flay
“Rumah ku dimana?”- Kael memiringkan kepalanya menghadap Flay
“Eh….”- Flay berhenti melangkah, dia baru ingat dia tak tau di mana rumah Kael.
“Tinggal saja di kondominium ku!”- ucap Flay dengan semangat
“Eh apa kah ibu mu mengizinkan”- Kael
“Itu… ibu kandung ku sudah pergi selamanya sejak aku 4 tahun, ayah ku menihkan lagi dan ia malah ikut pergi, akhirnya aku bersama ibu tiriku yang kejam. Namun dia masuk penjara karena…”- Flay menatap Kael.
“Yah pokoknya dia berkasus”- Flay
“Maaf kan Aku Flay…”- Kael
“Eh Kenapa?”- Flay
“Aku menanyakan soal orang tuamu”- Kael
“Tak apa”- Flay
“Eh kalau begitu orang tua ku bagaimana?”- Kael.
Part 33
_..-.._
Kael penasaran jika orang tua Flay telah tiada?, bagaimana dengan orang tuanya,
“Em, Kael maaf kan aku, Aku juga tak tau tentang keberadaan orang tua mu”- ucap Flay dengan nada kecewa
“Tak apa Flay ini bukan salah mu”- Kael menghibur Flay
“Sudah ayo masuk”- Flay
“Permisi”- Kael
Mereka memasuki Kondominium Flay yang sudah berantakan,
“Woah?! Apa yang terjadi di sini?”- Kael terkejut
“Eh aku sudah lama tak pulang ke sini”- Flay sedikit malu
“Ayo aku bantu kamu bersihkan!”- Kael
“Makasih Kael…”- Flay tersenyum pada Kael
“Waw senyum mu sangat manis Flay”- Kael memuji dengan pipi agak merah
“Coba kamu Kael yang dulu pasti kau sudah melompat seperti orang gila sekarang”- ucap Flay sembari tertawa kecil
“Apa kah aku sekarang tidak semenyenangkan dulu?”- ucap Kael tertunduk dengan bibir manyun
“Aku suka Kael apa adanya”- ucap Flay menghibur Kael
” benarkah?”- Kael
“IYA!!, Kael yang paling lop lop di hatiku”- Flay sembari memberi tanda hati pada Kael
“Aw aku salting”- Kael berlagak Dramatis
“Sudah ayo lanjutkan bersih bersih, nanti aku masak apa yang Kael mau”- Flay tersenyum pada Kael
“Siap Bos!”- Kael memberi hormat pada Flay.
Mereka pun melanjutkan perkerjaan nya, setelah selesai Flay lanjut memasak untuk Kael,
“Ini sudah siap”- Flay
“Woah terlihat sangat menggugah selera”-Kael
“Jangan cuma terlihat, di coba dong”- Flay
“Nyam”- Kael memasukan sepotong daging sapi yang di masak oleh Flay
“Enak!”- Kael
“Iyakan…., sudah Ayo makan”- Flay,
Setelah mereka selesai makan, Flay membawa Kael jalan jalan. Flay membawa Kael ke perpus kampus,
“Tempat apa ini?, seperti gudang buku”- Kael
“Ini namanya Perpustakaan dulu kita sering baca buku di sini”- Flay
“Benarkah?”- Kael
“Yap, terakhir kita baca sejarah jawa”- ucap Flay sembari mengambil buku berjudul ” Kisah Cinta menuju pengorbanan”
“Ini nanti kamu baca pas kita sudah pulang”- Flay
“Flay boleh aku tanya?”- Kael
“Apa?”- Flay
“Kenapa penglihatan ku buram?”- Kael
“Astaga aku melupakan sesuatu!”- Flay
“Kacamata mu ketinggalan di rumah sakit!”- Flay panik
“Apakah perlu kita ambil?”- Kael
“Kalok gak di ambil… mungkin besok kamu sudah bilang tiang lampu di sana itu aku”- ucap Flay sembari menunjuk lampu lalu lintas.
Flay pun memesan sebuah sepedah motor sekaligus helm nya,
“Ni pakai”- Flay
“Apa ini?”- Kael
“Itu helm untuk lindungi kepala mu, Agar tak sakit saat jatuh”- ucap Flay sembari memasangkan helm di kepala Kael
Jantung Kael berdegup, suara hingga terdengar, ujung telinganya merah, bahkan wajahnya jadi sangat merona.
“Flay, ku rasa aku tambah sakit;”- Kael dengan memegang bagian jantungnnya
“Kenapa?”- Flay
“Jantung ku berdetak sangat kencang, telinga dan wajah ku juga memerah”- ucap Kael dengan polosnya
“Namanya kamu lagi jatuh cin…”- Flay tibatiba berhenti bicara,
“NDAK KAMU LAGI SALTING!!, ah itu tandanya kamu mulai leleh sama orang”- Flay mengejutkan Kael
“Mungkin aku menyukai mu”- Kael dengan santainya
“Ah?!”- Flay kaget
“Mana ada orang bilang suka kayak si congor satu ini”- gumam Flay bingung
“Ah sudah ndak jalan jalan nanti kita”- Flay
“Oke”- Kael
“Gimana ini naiknya?”- Kael menggaruk kepala
“Adoh, kamu tinggal duduk taruh kaki mu di di tempat yang sudah ada, diam “- Flay
Perjalanan ini Flay yang menyetir, kata Flay demi kesehjahteraan bersama. Setelah 15 menit perjalanan menuju rumah sakit, Mereka pun sampai,
“Kamu di sini aja aku yang turun”- Flay
“Oke!”- Kael
Flay masuk ke dalam rumah sakit,
“Permisi apakah kemarin ada kacamata yang ketinggalan di ruang pasien bernama Kael”-Flay
“Oh ada nona”- ucap suster yang menjaga di sana, dia mengambil kaca mata dari dalam lacinya. Namun ke adaan kacamata itu sudah parah, retak, dan tak layak. Flay mengingat kenapa kaca mata itu bisa retak,
“DASAR MENYEBALKAN!!”- Flay
“Krak!”- Suara kacamata Kael yang terpecah.
Flay pun tak jadi mengambil kaca mata itu, dia hanya meminta info berapa minus kaca mata itu. Setelah meminta informasi, Flay pun pergi keluar, namun saat dia keluar Flay tidak menemukan Kael di atas motor.
“KAEL!!”- Flay berteriak mencari Kael yang menghilang.
-__-^
Part 34
-.._..-
Flay mencari Kael di depan rumah sakit, karena tidak di temukan Flay lanjut mencari Kae di samping rumah sakit.
“Kael!”-Flay memanggil Kael,
Ternyata Kael berada di samping rumah sakit, ia menemukan sebuah suntikan yang berisi Cairan hitam pekat, Flay menyadari itu adalah Cairan yang membuat Kael nyaris Mokad pun langsung menarik Kael dan membuang Suntikan itu,
“KAEL!”- Flay dengan nada tinggi
“Maaf kan Aku Flay aku tak tau apa yang harus ku lakukan di atas motor”- ucap Kael tertunduk
“Sudah tak apa”- Flay
“Dimana Kacamata ku Flay?”- Kael
“Sudah ayo beli yang baru aja”- Flay
“Kenapa?”- Kael
“Em yang lama… ah tak apa, kita beli baru saja ya”- Flay
” tapi aku tak ingin menghabis kan uang mu”- Kael
“Kata siapa kau habis kan uang ku?”- Flay
“Tadi aku melihat seorang anak di marahi Ayah nya, dia bilang “penghabis uang, tak berkerja, tak juga berguna””- Kael
“Tapi aku punya banyak uang untuk kita”- Flay
“Sudah ayo”- Flay
Mereka pergi ke toko kacamata, setelah mendapat kacamata, Kael dan Flay pulang ke kondominiumnya. Di ruang tamu, Flay mengajarkan Kael materi materi Kampus agar Kael memahami materi, dan tetap mendapat nilai yang bagus. Mereka belajar sampai ketiduran.
Pagi tiba, Kael dan Flay berangkat ke Kampus bersama..
“Kael apa kabarmu nak?”- D. Erin
“Em…? “- Kael menengok ke arah Flay
“Itu buk dia kena Amnesia”- Flay
“Ah semoga kau cepat mengingat semuanya Kael”- D. Erin.
Kelas pun di lanjutkan, akhirnya waktunya pulang, saat di jalan pulang tiba tiba Kael merasakan sakit di kepalanya,
“Akh!!”- Kael menahan rasa sakit sembari memegang kepalanya
“Eh Kael kenapa?”- Flay khawatir
“Kepala ku sangat Sakit”- Kael
Tak lama Kael pingsan, dia jatuh di pelukan Flay,
“Kael!!!, aku akan membawa mu pulang dengan cepat”- Flay
Flay berjalan ke arah kondominiumnya dengan memapah Kael yang pingsan,
“Eh Flay!”- Vian dan Dita
“Apa yang terjadi dengan Kael?”-Dita
“Dia pingsan tadi”- Flay
“Eh kenapa tu?”- Pharn mendekat ke mereka ber 4
“Sini kamu bantu aku bawa Kael ke kondomiumnya Flay”- Vian
“Wokey”- Pharn
Mereka pun membawa Kael ke kondominium Flay, saat sampai Kael di baringkan di kasur kamarnya.
“Sampai jumpa Flay, dan jangan lupa jaga dia baik baik!”- Vian, Dita dan Pharn pergi setelah berpamitan agar tak menggangu Kael. Flay menatap Kael,
“Dia sungguh tampan”- ucap Flay saat duduk di ujung kasur.
“Andai dulu ibu tiriku tak menekanku”-Flay
Saat Flay berbicara tiba tiba alis Kael berkerut.
“Apa yang terjadi dengannya?!”-Flay khawatir.
Memangnya apa sih yang Kael lihat di mimpinya???, penasaran?? Ya sudah tungguin aja sih.
“Akh!!”- apa ya itu baca lanjut lah
Part 35
-…-…-
Kael terbangun dari pingsannya,
“Akh!!”- Kael
Flay yang di samping Kael pun ikut terkejut,
“Woy lah yang tenang”- Flay melompat
“Flay!!!!”- Kael
“Apa apa?”- Flay penasaran,
Tiba tiba Kael menangis,
“Ini aku dapat mimpi buruk”- ucap Kael sembari memeluk Flay
Flay terkejut, namun yang muncuk di ingatannya justru, dia dan Kael menggunakan baju adat jawa, dia juga memeluk Kael yang juga sedang menangis.
“Apa itu tadi?”- Flay bingung
“Flay…”- sementara itu Kael masih menangis
“Mimpi buruk?”- Flay
“Aku sepertinya mendapat sedikit ingatanku”- ucap Kael sembari melepaskan pelukannya.
” dalam mimpi awalnya aku tentara, namun aku kehilangan istriku saat waktunya perang, dan aku mati di umur tua. Aku bertemu dengan kupu kupu merah tua dia memberiku kehidupan lagi di zaman kerajaan di jawa, aku jadi pangeran terus aku punya tunangan, kami nikah. Habis itu Istriku ini dapat kekuatan dendam, entah kenapa aku ujung nya malah kena cambuk sama Vilain nya di situ, tapi anehnya disitu aku berkorban buat dia. Habis itu aku lupa malah aku terjun ke tebing demi dia. Nah aku ketemu lagi sama kupu kupu aneh itu, aku terus ke lempar ke waktu ini”- cerita Kael panjang lebar.
“Itu…”- Flay bingung
“Aku juga tak tau apa maksudnya”- ucap Flay sembari menggaruk kepala bingung.
“Terus aku nangis karena pengorbanan di waktu yang ke dua”- Kael
“Sudah gak apa mimpi itu mainan tidur, kadang indah, kadang buruk, kadang juga mendapat yang aneh”- Flay
“Wah kamu terdengar bijak sekali, dari mana kamu tau ilmu ini Flay?”- Kael takjub
“Hehe.. ini aku dapat dari google”- ucap Flay sembari menunjuk handphone nya.
“Ya elah”- Kael
“Apa aku juga punya hp?”- Kael
“Ada!”- Flay
“Tapi aku simpan, dengan sikap mu yang kayak bocil sekarang ku larang”-Flay
“Oke lah”- Kael.
“Laparkan?!, ayo kita makan”-Flay
“Yey!”- Kael
Mereka pun pergi makan, setelah seharian sibuk mereka pun pergi tidur.
Mereka berdua melewati banyak waktu bersama, hari demi hari, minggu ketemu minggu, bulan pun ikut berganti, Kael dan Flay lulus dari kampus, juga mendapat nilai tertinggi. Mereka menjalin hubungan yang sangat dekat. Namun keanehan selama ini, kenapa Kael belum mendapat ingatannya. Flay juga sudah memperboleh kan Kael menggunakan HP.
Suatu hari di atas kondominium Flay, Kael mengajak Flay tuk naik keatas. Flay pun naik ke atas, di sana sepi tak ada orang, hanya sebuah bunga mawar yang indah. Flay berjalan mendekat ke bunga itu,
“Wah.. cantik sekali”- Flay mengagumi mawar.
“Flay..”- Kael mengejutkan Flay
“Oh Kael ada apa?”- Flay
“Apakah kamu mau jadi istriku?”- ucap Kael sembari berlutu dan mengeluarkan cincin dari kantongnya.
“…”Flay masih syok dengan apa yang di lihatnya
“Apakah kau menerima ku?, walaupun belum ada yang kembali di ingatanku, tetap lah kamu yang akan ku ingat selalu Flay”- ucap Kael menambahkan
“Aku menerima mu tapi…”- Flay
“Tapi apa?”- Kael bingung
“DARI MANA KAU DAPAT UANG SEBANYAK ITU!!!????”- Flay
“Eh… ini…”- Kael
“Aku berkerja paruh waktu di web”-Kael
“Oh itu sudah bisa membuat ku tenang, Asalkan kau tidak mencuri”- Flay,
Hari itu mereka sangat lah bahagia, Kael dan Flay akan menikah. Mereka juga meminta pamannya untuk menjadi pendamping.
3 hari berlalu,
Kael dan Flay akan mengadakan resepsi pernikahan, mereka di rayakan di ruang serba guna di aula kondominium yang mereka tinggali. Mereka pun sudah menemukan Ayah Kael, jadi orang tua Flay di wakilkan oleh pamannya. Acara akan di adakan pada jam 07. 30 pagi di kota harben. Sebelum acara Kael dan Flay akan berfoto terlebih dahulu,
“Oke ke 2 pengantin silahkan bersiap di ruang pemotretan”- Pharn, Pharn menawarkan diri untuk menjadi kameramen di acara hari ini.
“Oke oke”- Kael menuju Pharn.
“Mana Flay”- Pharn
“Dia bilang ingin mengambil beberapa bunga”- Kael
“Ya kamu ikuti lah nganga”- Pharn Kesal
“Iya ya”- Kael
“Tapi kamu ikut”- Kael
“Untuk?”- Pharn
“Dokumentasi”- ucap Kael sembari menanggukan kepala.
Kael pun mengikuti Flay di atas, saat di tangga mereka terhenti, Kael dan Pharn mendengar suara aneh dari atas…
By:’Asa Nayla Zida Rifqin Al Aziziyah

