Menumbuhkan Generasi Cerdas
(Budaya Literasi dan Numerasi di SMPN 1 Bengalon)
Oleh: Fety Adi Setyana, S.Pd.
“Membaca adalah alat paling dasar untuk meraih kemampuan berpikir, sementara angka adalah bahasa alam semesta untuk memahami keteraturan.”
Pagi hari di SMPN 1 Bengalon kini terasa berbeda. Sebelum bel masuk jam pelajaran pertama berbunyi, suasana sekolah sudah diwarnai dengan aktivitas kognitif yang produktif. Melalui program pembiasaan pagi, SMPN 1 Bengalon konsisten melaksanakan kegiatan Literasi setiap hari Selasa dan Numerasi setiap hari Rabu.
Kegiatan ini berlangsung singkat namun intensif, yakni pada pukul 07.15 hingga 07.30 WITA. Meski hanya berdurasi 15 menit, konsistensi ini diharapkan mampu membentuk karakter murid yang kritis, analitis, dan berwawasan luas.
Selasa Literasi: Membuka Jendela Dunia
Setiap Selasa pagi, seluruh murid dan guru berkumpul untuk membaca. Literasi di sini tidak hanya sekadar membaca buku teks pelajaran, tetapi mencakup artikel, buku cerita, hingga berita terkini.
Tujuan utama dari Selasa Literasi adalah:
- Meningkatkan minat baca: Mengubah membaca dari kewajiban menjadi kebutuhan.
- Memperkaya kosakata: Membantu murid memahami istilah-istilah baru.
- Melatih daya kritis: Murid diajak untuk merangkum atau menceritakan kembali apa yang telah mereka baca.
Rabu Numerasi: Berpikir Logis dan Praktis
Berlanjut ke hari Rabu, fokus beralih ke angka dan logika. Numerasi bukan berarti mengerjakan soal matematika yang rumit, melainkan melatih kemampuan murid dalam menerapkan konsep bilangan dan simbol dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas Rabu Numerasi meliputi:
- Permainan Logika: Memecahkan teka-teki angka atau pola.
- Analisis Data: Membaca grafik atau tabel sederhana yang relevan dengan isu lingkungan atau sosial.
- Estimasi: Melatih kemampuan berhitung cepat secara mental.
Mengapa 15 Menit Begitu Berarti?
Kepala Sekolah dan jajaran guru SMPN 1 Bengalon percaya bahwa “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.” Waktu 15 menit sebelum pembelajaran formal dimulai adalah masa golden hour di mana otak murid masih segar dan siap menyerap informasi baru.
Dengan adanya program ini, SMPN 1 Bengalon berkomitmen untuk tidak hanya mencetak murid yang pintar secara akademik, tetapi juga murid yang literat yaitu mereka yang mampu mengolah informasi dengan baik dan menggunakan logika dalam mengambil keputusan.
Mari terus dukung gerakan Literasi dan Numerasi! Bersama SMPN 1 Bengalon, kita siapkan generasi emas Indonesia.
“Literasi dan numerasi bukan sekadar mata pelajaran, melainkan keterampilan hidup. Dengan membiasakan diri membaca dan berpikir logis setiap pagi, kita sedang menyiapkan pondasi yang kokoh agar murid-murid SMPN 1 Bengalon mampu bersaing dan tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang tidak benar.” Fety Adi Setyana, S.Pd. (Koordinator Literasi SMPN 1 Bengalon)
