100917
“Permata yang menghiasi bingkai kosong”

by: Meliani Annisa dan ‘Asa Nayla Zida R.A. (Collab) 

 

Ingin ku nyatakan cinta namun tipis lah niatnya. 

Setipis sisa empati perasaan yang tersisa di hatiku karna trauma akan kenangan lalu.

 

Aku di sini engkau disana bagaikan langit dan bumi.

Kalau angin sedang tidak sibuk, tolong bawa pesan ku kepada sang calon kekasih hati ku…

 

Walau ku tau tak mudah tuk menemuinya,

Mendapat mu bagai anugrah bagiku.

Wahai duniaku datanglah padaku…

 

Aku tak bisa selamanya bersama mu,

Tapi kau adalah permata ku.

Permata yang bersinar paling terang di antara permata lain…

 

Yang membuat ku menetukan arah tujuanku.

Mengetahui apa itu hidup, ku tau apa itu rasa manis dari mu.

Jika kau pergi rasanya dunia sudah musnah,

Hidup sudah tidak seperti dulu lagi… 

Aku akan melakukan apapun untuk mu permata ku… 

Apapun akan ku lakukan untuk menjaga…

 

Menjaga mu dalam dekap ku.

Tak membiarkan mu lepas dari sisiku.

Bila di kehidupan lain kau menjadi permata,

Maka aku lah bingkainya..

 

Aku adalah Bingkai yang indah…

Karena kau adalah permata yang menghiasi ku.

Awalnya aku hanya bingkai kosong dan hampa,

Tapi kau datang menghiasi ku, bingkai kosong ini telah di hiasi oleh permata yang bersinar indah…

 

Kan kusimpan permata itu dalam peti.

Kan jaga perasaan ini dalam hati.

Semua tentang mu kan tercetak di dalam hati…

 

Permata ku yang paling berharga…

Kau ku sayangi kau ku jaga, 

Namun sayangnya hanya aku yang mencintaimu…

Kau tak tau aku mencintaimu lebih dari apapun

 

Rasa yang tak seimbang.

Rasa yang tak pantas ku dapatkan.

Kasih yang selama ini kuimpikan.

Kisah yang selama ku nantikan,

Entah kapan semua itu terjadi….

 

Aku akan tetap menunggu mu,

Menunggu mu mengetahui bahwa aku mencintai mu.

Menunggu apakah kamu juga mencintai ku,

Atau kau sudah memiliki seseorang di hati mu itu

 

Walau pun dunia berkata tidak,

Ku kan menunggu hingga kau ucapkan.

Walaupun petir petir menyambar, 

Kan ku kuatkan niatku.

Hingga akhir waktu ku siap menunggu.

 

Tapi aku memikirkan sesuatu,

Bagaimana jika dirimu yang lama ku cintai itu,

Ternyata mencintai orang lain?

Pertanyaan itu terus berputar di dalam benakku.

 

Berputar bagai rotasi bumi ini.

Mengejar mu bagai matahari dan bulan.

Semakin ke kejar,

Semakin pula kau menjauh

 

Meskipun begitu, 

Kau akan terus ku kejar,

Sampai ke ujung bumi pun aku akan mengejar mu.

Tak peduli apapun halangan nya akan ku lewati.

Sedikit demi sedikit

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait