Program Literasi
  1. Pembiasaan “15 Menit Senyap”: Wajib membaca buku non-pelajaran 15 menit sebelum jam pelajaran di hari efektif.
  2. Pojok Baca Aktif: Mengelola dan memperkaya Pojok Baca Kelas serta Perpustakaan Sekolah.
  3. Jurnal Karakter: Menulis refleksi harian/mingguan tentang nilai karakter yang dipelajari dari bacaan atau pengalaman.
  4. Cakap Digital & Etika: Workshop singkat untuk mengidentifikasi hoax dan menggunakan media sosial/internet secara etis dan aman.
  5. “E-Proyek” Pembelajaran: Guru wajib mengintegrasikan minimal 1 proyek berbasis teknologi (misalnya: membuat video atau konten edukasi, poster, video pendek podcast, infografis) per semester.
  6. Penulis Hijau: Mengadakan pameran dan lomba menulis/membuat poster/membuat esai tentang isu lingkungan di sekitar sekolah.
  7. Integrasi Literasi Sains: Guru mata pelajaran sains (IPA/IPAS/Matematika) memfokuskan penggunaan data dan penalaran dalam setiap kegiatan praktikum.
  8. Duta Literasi Sekolah: Membentuk tim peserta didik yang bertugas menjadi penggerak, promotor kegiatan literasi, dan pengelola Pojok Baca.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait