Seseorang
” seseorang yang berkumpul dengan cara yang Berbeda”

“Seseorang yang berkumpul dengan cara yang Berbeda”

Di kala takbir menyeruai,
Sorak sorai gembira mewakili suasana.
Tawa seorang anak,
Kebahagiaan semua orang.

Berkumpul bersama keluarga,
Bercanda penuh cerita.
Momen manis yang langka,
Tapi bagaimana dengan yang tak bersama.

Berkumpul bersama keluarga,
Tapi dia sudah tak punya.
Du saat senang nikmati sendiri,
Saat sedih di pendam pun sendiri.

Mendengar takbir,
Bagai memutar semua kisah.
Kisah saat utuhnya suatu keluarga,
Tapi kini telah tiada.

Jika ingin berkunjung,
Bawalah buah tangan.
Warna warni sebuah bunga mekar,
Hijau indah daun pandan.

Mengunjunginya,
Di tempat peristirahatan terakhir.
Menceritakan semua masalah,
Terasa di temani padahl sendiri.

Ada sesuatu tak nampak di sisinya,
Tak takut justru bahagia.
Sebuah sosok yang membuatnya bahagia,
Tentu lah di kenalinya.

Bahagia juga haru,
Duduk di sana seorang diri.
Bacakan doa untuknya,
Mengharap kebahagian untuk yang di sana.

Tak semua orang,
Tak semuanya tertawa di rumah dengan orang tua.

By: ‘Asa Nayla Zida Rifqin Al Aziziyah 8C

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait